18 mei 2007, saya tidak pernah mengira itu adalah saat terkahir saya menatap orangtua yang sangat saya cintai. kata demi kata, kalimat demi kalimat terasa begitu berat terucap ketika begitu banyak semua orang menyatakan belasungkawa dan turut prihatin atas apa yang saya alami. Malam kamis ketika telepon berdering di rumah saya, ibu mengabarkan kondisi abah kurang begitu baik, sampai akhirnya saya megunjungi kediaman orang tua.
saya tidak kuasa melanjutkan cerita ini terasa berat.............................................
Tuesday, June 26, 2007
Saturday, May 12, 2007
Mengapa
hal yang membuat ragu.......
mengapa manusia selalu mengeluh??????
Manakala anak manusia mulai beranjak dewasa, terbesit sejumlah kegelisahan ketika sampai pada waktu tertentu ia belum memperoleh pendamping hidup....
Di saat ia telah memperoleh pendamping hidup,muncul kembali kegelisahan....mengapa sampai saat ini ia belum dikarunia seorang pelanjut kehidupan (anak) sebagai buah hati.......
Tidak saja sampai di situ, ketika ia telah memperoleh keturunan ,,, apa yang terlintas selanjutnya adalah ah bagaimana anak ini sehatkah? lengkapkah panca inderanya? bisakah ia berjalan? mampukah berbicara? bagaimana dengan mentalnya? dan sebagainya itu semua menjadi pertanyaan awal seorang pasangan ketika memulai .....................
Dan ketika semua sudah terlalui muncul lagi pertanyaan .................ah bagaimana kelak kalau ia sudah akil baligh. Akan dapatkah ia jodoh sesuai dengan keinginannya.???
Kemudian Bagaimana dengan Pekerjaan setelah ia harus lulus dari sekolahnya?
Bagaimana dengan sekolahnya ?
Setelah menikah kan anak kita muncul lagi pertanyaan bagaimana ia tinggal, sudahkan punya anak sebagai cucu kita .?????
Semua pertanyaan yang terjadi dalam life cycle manusia memang menjadi sunnatullah yang tidka dapat terhindarkan oleh yang namanya manusia. Sampai pada akhirnya manusia akan menemui sang Penciptanya ALLAH SWT di alam yang tidak pernah kita tahu kapan dan dimana.
Tapi mengapa manusia selalu saja mengeluh dimanapun , kapanpun, dalam kondisi apapun..Karena itulah sifat manusia selalu tidak pernah mensyukuri atas apa yang telah diberikan NYA.
mengapa manusia selalu mengeluh??????
Manakala anak manusia mulai beranjak dewasa, terbesit sejumlah kegelisahan ketika sampai pada waktu tertentu ia belum memperoleh pendamping hidup....
Di saat ia telah memperoleh pendamping hidup,muncul kembali kegelisahan....mengapa sampai saat ini ia belum dikarunia seorang pelanjut kehidupan (anak) sebagai buah hati.......
Tidak saja sampai di situ, ketika ia telah memperoleh keturunan ,,, apa yang terlintas selanjutnya adalah ah bagaimana anak ini sehatkah? lengkapkah panca inderanya? bisakah ia berjalan? mampukah berbicara? bagaimana dengan mentalnya? dan sebagainya itu semua menjadi pertanyaan awal seorang pasangan ketika memulai .....................
Dan ketika semua sudah terlalui muncul lagi pertanyaan .................ah bagaimana kelak kalau ia sudah akil baligh. Akan dapatkah ia jodoh sesuai dengan keinginannya.???
Kemudian Bagaimana dengan Pekerjaan setelah ia harus lulus dari sekolahnya?
Bagaimana dengan sekolahnya ?
Setelah menikah kan anak kita muncul lagi pertanyaan bagaimana ia tinggal, sudahkan punya anak sebagai cucu kita .?????
Semua pertanyaan yang terjadi dalam life cycle manusia memang menjadi sunnatullah yang tidka dapat terhindarkan oleh yang namanya manusia. Sampai pada akhirnya manusia akan menemui sang Penciptanya ALLAH SWT di alam yang tidak pernah kita tahu kapan dan dimana.
Tapi mengapa manusia selalu saja mengeluh dimanapun , kapanpun, dalam kondisi apapun..Karena itulah sifat manusia selalu tidak pernah mensyukuri atas apa yang telah diberikan NYA.
Rasa Syukur
AIRMATA RASULULLAH SAW...
Sepertinya nggak akan pernah bosan-bosan kalau membaca yg satu ini... untuk mengingatkan kita...
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.
Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa baarik wa sallim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa baarik wa sallim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat.
Thursday, May 10, 2007
80 es, (eighties)
Memang paling indah ketika kita mengingat kembali masa2 lalu. Ketika semua masih lucu, indah, kadang konyol, khidmat seru dan lain sebagainya. Wah sangat mengesankan itulah yang terjadi ketika di Tahun 80 an........
Masa high school yang tidak pernah saya lupakan . kapan terulang lagi yah
Masa high school yang tidak pernah saya lupakan . kapan terulang lagi yah
Wednesday, May 9, 2007
Perjalanan

Dalam hidup, setiap kali melangkah kita tidak pernah menyangka akan seperti apa langkah kita. Kita pernah membuat begitu banyak langkah-langkah yang akan kita tempuh, namun demikian terkadang tidak pernah kita kira meleset dari yang semula kita programkan. Rangkaian kegiatan dimulai dari Pagi hari saat kita bangun, dilanjutkan dengan siang hari saat kita beraktifitas sampai dengan malam hari ketika kita tidur lelap. Semua itu tidak pernah kita duga kapan kita akan sampai dari pagi hari sampai dengan malam hari.
Mengapa hal ini terjadi? Hal inilah yang membuat kita selalu gundah dan resah ketika apa yang kita peroleh dari pagi sampai dengan malam hari kita tidak memperoleh apa yang telah kita rencanakan. Menjadi skeptis ketika apa yang telah kita rencanakan tidak sesuai dengan apa yang diperoleh.
Di sinilah di dunia ini kita mulai merencanakan apa yang akan kita bawa.
Kalau orang bilang bahwa perjalanan akhir di sana merupakan hal yang abadi dan berharga, maka pada dasarnya DUNIA ini jauh lebih berharga ketika itu terjadi. Bagaimana tidak ? Untuk mencapai itu semua perlu usaha dan upaya yang harus dilakukan di DUNIA ini. Mulai dari pagi hari saat kita baru saja bangun dari tidur, kemudian siang hari ketika kita melakukan aktifitas guna survive akan hidup, hingga malam hari ketika seluruh rangkaian kegiatan terhenti dan kita gunakan untuk meluruskan mesin kehidupan dalam tubuh kita, meskipun kita tahu bahwa alam tidak akan pernah berhenti.....
Belum sempat kita menghitung apa yang sudah kita kerjakan, telah datang lagi begitu banyak urusan yang cukup menyita waktu. Sepertinya saat itu kita sudah tidak lagi dapat menghadap kepada sang Pencipta sebagai tanda terima kasih atas begitu banyak kenikmatan yang telah kita terima. Saat ini mulailah dengan menghitung ,,,,, menghitung ,,,,,, dan menghitung.
Karena nya kita memerlukan perencanaan yang sejak semula kita buat, meskipun kita tahu kadangkala tidak selalu tepat dari sasaran. Perlu perencanaan yang logis, matang, nyentrik dan sedikit nyeleneh serta manusiawi.
Thursday, April 12, 2007
THE FUTURE
mengapa begitu banyak musibah yang menimpa kota ku, apakah sudah tidak ada lagi tempat yang damai karena telah begitu banyak kerusakan baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.
seperti apakah wajah kota ku nanti di Tahun 2080, saat semua kerusakan telah menyisakan kenistaan yang sangat berat bagi penghuninya........
pertanyaan akan menjadi banyak lagi ketika hampir semua kejadian secara berurutan terjadi di kota ku,
cobalah pahami betapa berat kota kita ini dengan semua permasalahannya.....
seperti apakah wajah kota ku nanti di Tahun 2080, saat semua kerusakan telah menyisakan kenistaan yang sangat berat bagi penghuninya........
pertanyaan akan menjadi banyak lagi ketika hampir semua kejadian secara berurutan terjadi di kota ku,
cobalah pahami betapa berat kota kita ini dengan semua permasalahannya.....
Subscribe to:
Posts (Atom)

