Thursday, September 17, 2009

Romansa Urban Behaviour

45 hari memang, bukan sebentar. Saat sulit menghalau rasa bosan, malas, gak semangat dan Bete. Syukurlah semua nya bisa terlewati justru dengan penuh semangat dan penuh gairah baru—menjadi senior urban planner di institusi yang paling bergengsi di Kota ini. Memang sulit menghadapi dualisme yang gak biasa, antara tugas dan kesukaan.
Saya datang ke kampus ini dengan bekal mencari udara segar setelah cukup penat menghadapi daily routine in my office.

Bandung kota tujuan, gak tau dimana kampusnya yang penting sampe dulu. Seminggu cukup lah jalin hubungan territorial dengan sesame.
Seminggu kedua, kayaknya udah banyak neh fans… Pusing belajar kita rendezvous dimana-mana : de kiosk, soto Jakarta Juanda, Pecel d’ Angkasa, Sate Padang Cimadiri, Sop dan Sate jalan Sunda, Batagor Abuy, Batagor Riri dan Kingsley, Bubur mang oyo, Wale (warung lela), manjabal, Valley, Sun, Ngopi dulu kafe, Ciwalk, PVJ, BSM, Progo, Yonas, Riau, Stamps Building, Paskal, 9C, Simpang dago, Dago plaza, Starbuck, Gasibu, Cihapit, Nasi Edan Lengkong Besar, Pojokan Panghegar, Gedung Sate, Merdeka, Blitz Megapleks, Cipaganti, Bharaya, Xtrans, Graha Ciumbeluit, Punclut, STKS, Bappeda Jabar, Kuningan, Japati, School of Planning ITB, Unpad Cimandiri, Jamika. Wah sangat banyak bisa ditemui suka dan duka disana.

Dalam rasa gak jelas ini, semua task sudah bisa diselesaikan pada waktunya, ah senengnya dan semuanya berjalan sesuai rencana, hingga akhirnya apa yang ditunggu-tunggu datang tepat pada saatnya Rabu, 15 Juli 2009 ”Dafi’ azzam giffari mohammad” , smart, sehat dan kuat sepertinya akan menjadi harapan ayah di masa depan. Yang akan membawa semua risalah kehidupan yang sudah separoh usia ayah jalani. Semoga Allah SWT akan selalu menjadi sandaran dan peganganmu nak.

Suatu saat di malam, yang saya lupa..seperti nya ada yang mengusik tidur dan menyapa ”aku akan menjadi harapan dan doa ayah dimanapun dan kapanpun” dan tidak tersadar keresahan hati ini membuahkan jawaban……….

Robbi akankah Engkau tega meninggalkan kami karena alpa atas semua kewajiban yang Engkau berikan. Kami bermohon jangan Engkau tinggalkan kami dalam rasa gundah dan derita yang kami tidak tahu kemana harus pergi.

Semua akan menjadi kenyataan pada saatnya nanti...

Itu seuntai doa dan harapan yang selalu saya panjatkan untuk keluarga ini disaat semua sedang terlelap.

Akhirnya tiba waktu Fieldtrip, yang juga tanpa terasa sudah menghadang di depan prosesi defense apa yang sudah kami buat.
Dalam konteks mempertahankan ”plan is everything but the planning is nothing”

Untuk semua yang terindah, yang pernah hadir dalam kehidupan saya, terima kasih. Ini gak akan pernah saya lupa selamanya.


agifari

Sunday, March 15, 2009

Apakah ?

Setiap saat manusia selalu bertanya, apakah saya sudah mampu? dalam setiap aktifitasnya kita tidak pernah lupa bahwa yang ada hanya keluhan dan kesahan yang sangat berantai. Tidak dapat melaksanakan semua keinginan yang diharapkan, tidak bisa menghadiri acara, tidak dapat memperoleh yang di inginkan, tidak bisa menjadi yang terbaik, tidak lulus dalam ujian, tidak mampu mengikuti arus informasi, tidak dapat menyesuaikan diri dan sejumlah TIDAK kata T I D A K....mengapa ?

Itu semua memang sudah menjadi sunatullah bahwa manusia selalu dalam keluh kesah. Hal yang sama di alami oleh badan ini. Lelah, capek, penat, menggigil, berat, susah berjalan, dan banyak lagi.

Saat ini badan ini tengah menganngung beban yang cukup berat:
Di kepala dalam Otak tersimpan harapan dan keinginan yang bebannya lebih berat dari Volume otak nya sendiri.
Di badan ini juga terdapat keinginan yang sangat berat untuk mengkonsumsi semua makanan yang bisa di makan dan memberi nikmat walaupun hanya sesaat.
Di tangan ini juga terdapat hasrat yang sangat banyak untuk segera menyelesaikan semua kondisi yang ada di depan mata.
Di kaki ini pula ada keinginan untuk melangkah ke tempat yang bisa membawa kebahagiaan abadi.
Dan di hati ini tersimpan seribu, sejuta, semilyar bahkan se triliun keinginan dan harapan yang bisa membawa badan ini dalam kesejahteraan dan juga bagi teman dan saudara dan orang tua badan ini pernah di belai dan di sayang.....

Oleh karena itu harapan dan keinginan yang banyak ini, Apakah bisa dilalui ? Apakah bisa diwujudkan ? Apakah bisa di peroleh ? Apakah bisa dicapai ? Apakah dan seribu apakah yang terucap dan terlintas ...

Dalam setiap doa: Badan ini selalu memohon kepada Allah SWT dengan segenap kerendahan hati yang dimiliki....
Berikanlah ampunan atas segala kesalahan yang pernah di lakukan sejak akil baligh, remaja, dewasa, kemarin, sekarang baru saja dan akan datang. Apakah kepada diri ini, ibu dan abah, saudara saudari, teman, guruku, istriku, anaku dan semuanya yang pernah terlintas dalam kehidupan.
Kemudian berikanlan kasih sayang MU kepada Kedua Orang tua yang sudah sekian lama tidak pernah terlintas, yang sudah lama mengasihi dan menyayangi sejak lahir, anak-anak, sedang nakal2nya, remaja, dewasa, hingga menikah.. semoga Allah SWT menghapus segala dosa2nya dan menghapus siksa kubur untuk H Mochamad Muchdor bin Abdul Kareem. Dan semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada Hj. Kusnaiyah Binti Sukiya dengan doa2nnya yang tidak pernah putus-putusnya.

Ya Robbi dzat yang membolak balikan hati manusia, tetapkanlah hati saya dan keluarga agar tetap pada agamaMu.

Ya Robbi yang maha sempurna berikanlah cahaya pada hati kami, tidak gelap gulita seperti tertutupnya ruang hampa yang amat sangat gelap sehingga hati ini menjadi beku dan freez.

Ya Robbi terangilah dengan cahaya Mu penglihatan kami agar tidak digunakan pada tempat yang gelap gulita dan menyeramkan sehingga membuat sempit pandangan kami.

Ya Robbi berilah pendengaran kami yang diterangi oleh cahaya Mu, agar kami pandai-pandai mendengar yang baik-baik dan terhindar dari yang tidak baik.

Ya Robbi dengan segenap kerendahan hati kami, kami bermohon semoga Engkau Yang maha Kuasa memberikan kemudahan bagi perjalanan hidup kami, istri kami, anak kami dan orangtua kami menjadi apa yang kami harapkan ...aminnn

Sunday, March 1, 2009

Mencari letak

saat ini semua upaya dikerahkan untuk mencari letak.
letak adalah suatu posisi dimana benda berada, di atas, di bawah , di samping, di belakang, di depan, di tempat tersembunyi yang tidak pernah kita tahu. sampai kapan kita bisa menebak letak hidup kita diantara perjalanan yang semu dan sementara ini. kalau kita sudah tahu dan mengerti letak kita, maka akanlah sangat mudah menjalaninya. karena letak ini bisa menimbulkan segunung masalah. saat ini pula saya sedang mencari letak saya dimana dan sampai kapan saya dapat menemukan kembali letak saya yang sudah lama berpindah-pindah letak. dan letak itu menjadi tidak ter letak ditempatnya.

Sunday, August 31, 2008

Menikmati Jalan Menuju Kenyataan

bulan november 2007, saat harus bersiap menuju Roterdam. menjadi sebuah perjalanan yang sangat memberikan impresi pribadi. siapa sangka dengan sangat mudah masuk dalam kampus terkemuka di Eropa "Erasmus Universiteit di Roterdam".kampus ternama dan kesohor itu penuh semangat dan kepastian. kali ini sudah september 2008 nyaris 1 tahun.

Tuesday, August 19, 2008

Mengambil Hikmah

tanpa terasa sudah tua juga diri ini. 37 tahun adalah sangat rawan disaat harus siap menghadapi 40 yang penuh dengan sejumlah pertanyaan. buah pikiran yang seringkali terbentur dengan kondisi dan sistem. saya dihadapkan pada pengambilan keputusan yang sangat sulit. haruskah saya bertahan dalam kondisi yang sangat beresiko tinggi, ataukah sebaliknya hijrah ke tempat yang lebih aman....hal inilah yang tidak pernah saya bisa pijak kan sekuat saya memukul ketika rasa hati ini terlampau kecewa..

Thursday, June 12, 2008

kebahagiaan

ladya lutfia qurratuain giffari anak ayah yang sangat ayah sayangi. sudah enam tahun kamu rupanya..... begitu tahu ada pengumuman bahwa kamu lulus masuk SDN unggulan ....suprises ayah sangat bangga kamu urutan 9 loh....

Tuesday, June 26, 2007

Kematian

18 mei 2007, saya tidak pernah mengira itu adalah saat terkahir saya menatap orangtua yang sangat saya cintai. kata demi kata, kalimat demi kalimat terasa begitu berat terucap ketika begitu banyak semua orang menyatakan belasungkawa dan turut prihatin atas apa yang saya alami. Malam kamis ketika telepon berdering di rumah saya, ibu mengabarkan kondisi abah kurang begitu baik, sampai akhirnya saya megunjungi kediaman orang tua.

saya tidak kuasa melanjutkan cerita ini terasa berat.............................................