45 hari memang, bukan sebentar. Saat sulit menghalau rasa bosan, malas, gak semangat dan Bete. Syukurlah semua nya bisa terlewati justru dengan penuh semangat dan penuh gairah baru—menjadi senior urban planner di institusi yang paling bergengsi di Kota ini. Memang sulit menghadapi dualisme yang gak biasa, antara tugas dan kesukaan.
Saya datang ke kampus ini dengan bekal mencari udara segar setelah cukup penat menghadapi daily routine in my office.
Bandung kota tujuan, gak tau dimana kampusnya yang penting sampe dulu. Seminggu cukup lah jalin hubungan territorial dengan sesame.
Seminggu kedua, kayaknya udah banyak neh fans… Pusing belajar kita rendezvous dimana-mana : de kiosk, soto Jakarta Juanda, Pecel d’ Angkasa, Sate Padang Cimadiri, Sop dan Sate jalan Sunda, Batagor Abuy, Batagor Riri dan Kingsley, Bubur mang oyo, Wale (warung lela), manjabal, Valley, Sun, Ngopi dulu kafe, Ciwalk, PVJ, BSM, Progo, Yonas, Riau, Stamps Building, Paskal, 9C, Simpang dago, Dago plaza, Starbuck, Gasibu, Cihapit, Nasi Edan Lengkong Besar, Pojokan Panghegar, Gedung Sate, Merdeka, Blitz Megapleks, Cipaganti, Bharaya, Xtrans, Graha Ciumbeluit, Punclut, STKS, Bappeda Jabar, Kuningan, Japati, School of Planning ITB, Unpad Cimandiri, Jamika. Wah sangat banyak bisa ditemui suka dan duka disana.
Dalam rasa gak jelas ini, semua task sudah bisa diselesaikan pada waktunya, ah senengnya dan semuanya berjalan sesuai rencana, hingga akhirnya apa yang ditunggu-tunggu datang tepat pada saatnya Rabu, 15 Juli 2009 ”Dafi’ azzam giffari mohammad” , smart, sehat dan kuat sepertinya akan menjadi harapan ayah di masa depan. Yang akan membawa semua risalah kehidupan yang sudah separoh usia ayah jalani. Semoga Allah SWT akan selalu menjadi sandaran dan peganganmu nak.
Suatu saat di malam, yang saya lupa..seperti nya ada yang mengusik tidur dan menyapa ”aku akan menjadi harapan dan doa ayah dimanapun dan kapanpun” dan tidak tersadar keresahan hati ini membuahkan jawaban……….
Robbi akankah Engkau tega meninggalkan kami karena alpa atas semua kewajiban yang Engkau berikan. Kami bermohon jangan Engkau tinggalkan kami dalam rasa gundah dan derita yang kami tidak tahu kemana harus pergi.
Semua akan menjadi kenyataan pada saatnya nanti...
Itu seuntai doa dan harapan yang selalu saya panjatkan untuk keluarga ini disaat semua sedang terlelap.
Akhirnya tiba waktu Fieldtrip, yang juga tanpa terasa sudah menghadang di depan prosesi defense apa yang sudah kami buat.
Dalam konteks mempertahankan ”plan is everything but the planning is nothing”
Untuk semua yang terindah, yang pernah hadir dalam kehidupan saya, terima kasih. Ini gak akan pernah saya lupa selamanya.
agifari
Thursday, September 17, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)

